Lokasi Sulit Dijangkau, Api Sulit Dipadamkan, 20 Ha lahan Gambut PT PBP Terbakar

Senin, 30 Juli 2018 - 08:02:55 WIB - Dibaca: 4386 kali

Proses Pemadaman Api
Proses Pemadaman Api (Eko/ Jambione.com)

Jambi - Kebakaran hebat terjadi di lahan milik PT Pesona Belantara Persada (PBP) di KM 29, Desa Pulmen, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarojambi. Hingga Minggu (29/7) sore, luas lahan yang terbakar diperkirakan sudah mencapai 20 Hektare (Ha). Tim gabungan TNI-Polri bersama anggota BPBD dan Mangala Agni Kabupaten Muarajambi  masih berjibaku memadamkan api.

Dandim 0415/ Batanghari, Letkol Inf Denny Noviandi mengatakan. Upaya memadamkan api sulit dilakukan karena lokasi kebakaran merupakan lahan gambut dan hutan semak belukar. ‘’ Lokasi kebakaran juga cukup jauh. Untuk mencapai lokasi tidak ada jalur darat. Untuk mencapai lokasi api tersebut tim gabungan harus menggunakan jalur air, yakni menggunakan transportasi jenis pompong,’’ katanya . 

Menurut Deni, jarak tempuh menuju lokasi bisa mencapai empat sampai lima jam perjalanan. Kendala lainnya, minimnya alat pemadam kebakaran yang tersedia di lokasi juga menjadi kendala tersendiri. Parahnya lagi, di lokasi tidak ada jaringan telekomunikasi  (HP), sehingga menyulitkan tim berkomunikasi keluar wilayah.

 ‘’ Makanya api sulit dipadamkan. Hingga sore ini (sore kemarin) anggota kita dan tim gabungan masih terus berupaya memadamkan api agar tidak terus meluas,’’ katanya. Salah satunya yang dilakukan tim gabungan adalah membuat pemisah antara kawasan yang terbakar dengan kawasan yang belum terbakar.

"Dengan sulitnya pemadaman titik api, maka petugas saat ini melakukan penyekatan-penyekatan untuk membatasi gerakan api dengan alat berat eksavator," pungkasnya.

Sementara itu berdasarkan data dari Bandan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jambi, pada Sabtu (28/7) terdapat 22 titik api (hospot) di Jambi. 15 hopsot diantaranya tersebar di kabupaten Muarojambi. Yakni di wilayah Kecamatan Kumpeh dan Kumpeh Ulu.

Kemudian, di Kabupaten Tebo ada enam titik hotspot. Lima diantaranya di Kecamatan Sumay dan satu titik lagi di Kecamatan Muara Tabir. Lalu, satu titi api lagi terpantau di wilayah Kecamatan Pauh, Sarolangun.

Dari  22 titi api tersebut, enam diantaranya bisa dipastikan merupakan kebakaran hutan dan lahan. Sebab, tingkat kepercayaannya dari pantauan satelit berkisar antara 92 persen sampai 100 persen. Data hotspot ini dirilis BMKG pada Minggu (29/7) kemarin. (***)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA